KULTUR SEKOLAH

KULTUR SEKOLAH

Nama: MAULIDIA
NIM :11901230
KELAS: PAI/4C
MAKUL :MAGANG1 

MANAJEMEN SEKOLAH 
Bismillahirohmanirohim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik disini saya akan sedikit menceritakan apa itu manajemen sekolah.



1.       Pengertian manajemen berbasis sekolah

Secara ontologis manajemen sekolah dan manajemen pendidikan mempunyai pengertian yang sama. Masing-masing memiliki persamaan yang sulit untuk dibedakan. sedangkan khusus ruang lingkup manajemen pendidikan juga merupakan ruang lingkup bidang garapan manajemen sekolah, demikian pula proses kerja kerjanya melalui fungsi yang sama pula.

Organisasi sekolah berjalan karena adanya konsep manajemen yang struktur manajemen dalam organisasi sekolah sering disebut dengan manajemen pendidikan manajemen pendidikan diartikan pula administrasi pendidikan. Sedangkan administrasi pendidikan ialah segenap proses penyerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personal, spiritual, maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan menurut  (Purwanto 2008).

 Menurut yang saya pahami disini dari perkataan bapak Purwanto pada tahun 2008 yaitu manajemen pendidikan dengan manajemen sekolah itu memiliki pengertian atau tujuan yang sama dalam mencapai tujuan. jadi untuk manajemen pendidikan dan manajemen sekolah itu saling berkaitan. Untuk itulah manajemen pendidikan dan manajemen sekolah tidak bisa terpisahkan.

Baik disini saya akan menulis beberapa ahli dalam menterjemahkan manajemen pendidikan dan manajemen sekolah yang nantinya akan saya tulis di blog ini.

a.        Musfiqon ( 2015: 41) menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran secara baik perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan, sebagaimana dalam UU nomor 20 tahun 2003 menerangkan “ pendidikan nasional adalah pendidikan yang didasarkan pada Pancasila UUD 45 yang akar dari nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan zaman, Nurdiansyah (2016:929).

Baik disini saya akan sedikit menjelaskan dari apa yang ditulis oleh bapak musfiqon di bukunya beliau menjelaskan yaitu pendekatan pembelajaran harus dikembangkan dalam dunia pendidikan, nah disini menurut pemikiran saya untuk suatu pembelajaran harus dikembangkan dalam dunia pendidikan meskipun kita memiliki kemampuan atau keterampilan dan itu tidak dikembangkan dalam dunia pendidikan hasilnya sama saja dengan tidak ada nilai nya sama sekali, jadi ketika kita memiliki suatu kemampuan dalam pendidikan contohnya seperti kita pandai dalam matematika maka itu semua harus dikembangkan melalui dunia pendidikan karena itu dapat menjadi contoh. mungkin itu yang bisa saya simpulkan dari pemikiran saya kurang lebihnya saya mohon maaf.


Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa dilihat dari beberapa faktor sebagai indikator kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah. Kepala sekolah dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengelola berbagai komponen sekolah untuk mencapai tujuan sekolah yang dirumuskan. Kepala sekolah menunjukkan fungsinya sebagai dua peran besar yaitu peran sebagai manajer dan peran sebagai pemimpin.[1]

Manajemen sekolah merupakan tindakan pengelolaan dan pengadministrasian sekolah. Manajemen sekolah berarti memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah meliputi perpustakaan, laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah

Pemimpin Manajer
berfokus pada perkembangan
sebagai direktur
mencerminkan kewenangan moral
menantang personal
mempunyai visi
melatih kekuatan untuk berbagi tujuan
mendefinisikan fakta sebagai sebuah kemungkinan
memotivasi
menginspirasi
mencerahkan
berfokus pada pemeliharaan
sebagai manajer
mencerminkan kewenangaan dan birokrasi resmi
menjaga kebahagiaan personal
mempertahankan daftar, jadwal, dan anggaran
memberi sanksi dan penghargaan
mendefinisikan fakta apa adanya
mengontrol
memastikan
mengkoordinasi

    Peningkatan mutu yang ingin dicapai melalui pengembangan kultur sekolah dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu melalui proses pembiasaan dan meningkatkan pembiasaan tersebut menjadi sebuah sistem.

1.       Pembiasaan

          Pada pembiasaan  semua tingkal laku yang bernilai kemuliaan tersebut masih berupa tindakan yang memerlukan arahan, kontrol dan penyadaran dari orang lain. Contoh cara-cara  yang bisa dilakukan sekolah dalam membentuk pembiasan adalah :

a.       Sekolah menciptakan induk tata tertib

          Induk tata tertib adalah sebuah pola pengaturan terpadu yang mengkorelasikan segala macam tata tertib yang mengatur tugas perbagian di sekolah.

b.       Pembudayaan sopan santun

c.       Membangun kesadaran siswa, dll.

 

2.       Mengubah Pembiasaan Menjadi Sistem

          Untuk bisa melestarikan pembiasaan dan mengubahnya menjadi sistem ada beberapa contoh cara yang bisa ditempuh;

a.       Mengaplikasikan jiwa keteladanan

          Jiwa keteladanan yang harus teramati adalah adalah dari orang-orang penting di sekolah seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru-guru senior.Tanpa kecuali tokoh-tokoh tersebut harus berperan aktif bagi terciptanya sistem bertingkah laku terpuji di sekolah.

  1. Menciptakan Sekolah Sebagai Wawasan Wiyata Mandala

Wawasan wiyata mandala adalah lingkungan kehidupan sekolah yang bercorak edukatif yang diposisikan dalam sentral kehidupan, menjadi poros utama yang harus dipedomani dalam bertingkah laku.

 

  1. Aplikasi Sistem Penghargaan dan Hukuman

Dirumuskan dan dibakukan serta diaplikasikan secara konsisten.

 

  1. Berbagai hal yang berkaitan dengan penyimpangan dalam tugas dipetakan sehingga teramati oleh semua warga sekolah untuk dilakukan perbaikan.

 

Baik lah hanya itu yg  dapat saya sampaikan 
Wassalamu'alaikum